Showing posts with label Blackberry. Show all posts
Blackberry Mesengger di iOS dan Android, Nasib Blackberry?

Aplikasi BlackBerry Messenger untuk iOS dan Android telah selesai dibuat, dan kini masuk tahap uji coba. Setelah persiapan matang, tinggal tunggu tanggal peluncuran.

Tetapi yang lebih menggelitik bagi kami adalah apa yang akan terjadi dengan BlackBerry, ketika BBM tidak lagi eksklusif?

Bagi sebagian pengguna BlackBerry, termasuk saya, salah satu alasan kuat tetap menggunakan BlackBerry adalah BBM. Walaupun terkadang “lemot”, layanan BBM tetap termasuk layanan yang disukai penggunanya, termasuk di Indonesia. Tapi di luar itu, deretan fitur dan kecanggihannya masih tertinggal jika dibandingkan iPhone dan ponsel Android lainnya.

Selain BBM, yang membuat BlackBerry masih punya penggemar adalah keberadaan keyboard QWERTY yang nyaman digunakan. Sayangnya, walaupun masih memiliki pengikut setia, tren desain QWERTY yang amat populer 5 tahun silam ini terus digerus oleh gempuran smartphone berbasis layar sentuh.

Di dunia instant-messaging sendiri, BBM menghadapi gempuran dari berbagai aplikasi lain yang semakin populer seperti WhatsApp, WeChat, LINE, Kakao Talk, dan masih banyak lagi — dengan fitur yang lucu seperti stiker dan game.

Apakah Anda pengguna BlackBerry? Apa yang akan Anda lakukan bila BBM sudah dirilis di Android dan iPhone?

Kondisi BlackBerry saat ini tengah berada dalam kondisi kritis. Bahkan perusahaan tersebut tengah mempertimbangkan pilihan strategis untuk meningkatkan nilai perusahaan, termasuk menjadi perusahaan privat, membuat perusahaan patungan, hingga menjual perusahaan tersebut.
Meski tengah terancam kebangkrutan, namun BlackBerry masih memiliki asset berupa paten yang bisa meningkatkan harga dirinya. Sejak berdiri tahun 1984, ketika masih bernama RIM perusahaan ini telah melakukan penelitian dan pengembangan sehingga menciptakan banyak paten dan aplikasi.
Dilansir dari AllthingsD, situs tersebut melaporkan bahwa BlackBerry memiliki 9.000 paten meliputi 5.236 paten aktif di Amerika Serikat dan sekitar 3.730 aplikasi aktif dalam industry komunikasi nirkabel tersebut.
Menurut Chris Marlett, dari perusahaan bank investasi yang fokus pada hak kekayaan intelektual MBD Capital Group, paten yang dimiliki BlackBerry saat ini masih sangat berharga dan tidak menutup kemungkinan menjadi incaran perusahaan-perusahaan teknologi.
“Kalau ada perang penawaran, saya pikir jumlahnya bisa mencapai 4 miliar sampai 5 miliar dollar AS,” tutur Marlett kepada AllThingsD.
Namun, jika paten BlackBerry dibeli oleh sebuah konsorsium yang sepakat untuk melakukan lisensi silang, maka nilai seluruh paten itu bisa turun jadi 2 miliar sampai 3 miliar dollar AS. Beberapa perusahaan teknologi yang diprediksi tertarik dengan paten BlackBerry, antara lain, Google, Apple, Samsung, Microsoft, Lenovo, Cisco, sampai IBM.
Sementara itu, sebagai perbandingan, perusahaan Nortel yang memiliki 6.000 paten nirkabel di jual dengan harga US$ 4,5 miliar pada tahun 2011. Sedang Motorola yang memiliki paten 17.000 dan 7.500 aplikasi diakusisi Google dengan harga US$ 12,5 miliar.
Blackberry Berniat Menjual Perusahaan

Posisi sulit saat ini dialami oleh salah satu perusahaan pembuat perangkat telekomunikasi canggih Blackberry. Diambil dari situs spoityf.com, Blackberry saat ini tengah berada dalam keadaan dimana mereka harus berupaya keras agar bisa terhindari dari kebangkrutan. Perusahaan yang bermarkas di Kanada ini pun telah mengumumkan bahwa seluruh dewan direksinya sudah menyetujui untuk membuat strategi alternatif dan membaut komite spesial. Lalu, apa maksudnya?

Pada dasarnya, hal ini adalah sebuah pengukuan kepada publik mengenai permasalahan yang saat ini mereka hadapi, yakni berjuang untuk terhidar dari kebangkrutan dan failed. Sekaligus pihaknya merancang sebuah rencana yang sangat serius untuk bisa menyelamatkan perusahaan yang sebelumnya bernama Research In Motion ini.

Altrnatif yang dimaksud itu sendiri adalah membentuk sebuah perusahaan patungan (joint venture). Dimana langkah yang diambil adalah menjual sejumlah aset atau bahkan menjual perusahaan secara langsung. BlackBerry telah menggunakan jasa J.P. Morgan sebagai penasihat finansial, serta dua perusahaan hukum, Skadden Arps dan Torys LLP sebagai penasihat urusan hukum.

Sebelumnya, pihak Blackberry di tahun ini tengah meluncurkan platform terbaru yang mereka beri nama dengan Blackberry 10. Namun, kehadiran Blackberry 10 sendiri tidak bisa mengembalikan pasar mereka, bahkan sebaliknya mereka tetap kehilangan pasar.

Di Indonesia sendiri, Blackberry masih menjadi yang utama, akan tetapi lingkar kawan penulis pun telah mengungkapkan bahwa telah banyak pengguna Blackberry yang berpindah ke platform lain. sudah cukup banyak pengguna BB yang beralih, baik beralih total meninggalkan BlackBerry sama sekali, ataupun beralih pelan-pelan dengan menggunakan platform lain terlebih dulu dan masih menggunakan BB sampai aplikasi BB Messenger untuk Android dan iOS resmi diluncurkan.
Copyright © 2012 Info Terhanyar.