Showing posts with label Kalimantan Selatan. Show all posts
Manisnya Kue Lam Barabai Hingga Ke Mekkah

Satu lagi yang menjadi primadona di Kalimantan Selatan. Kue Lam adalah kue khas Barabai yang sudah dikenal luas hingga ke luar negeri. Kue ini dulunya merupakan makanan para Raja Banjar. Namun sekarang kue ini sudah bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Kue Lam, kononnya berasal dari Arab. Terlihat pada namanya yang merupakan salah satu dari huruf hijaiyah Arab. Barabai tepatnya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah menjadi daerah utama pembuat kue manis ini. Hingga kini kabarnya kue ini sudah sampai keluar negeri yaitu di Perancis dan juga Mekkah.

Sepintas kue ini tampa seperti lapis legit, namun rasanya dan teknik memasaknya berbeda. Bahan dasar kue lam adalah tepung, mentega, telur, dan gula. Adonan bahan-bahan tersebut dimasukan ke dalam loyang kemudian dibakar diatas tungku api lapis demi lapis hingga semua menyatu dan matang. Dalam pembuatan kue ini memakan waktu hingga tiga jam.

Kue ini memang memiliki cita rasa yang khas. Jika Anda penikmat makanan manis dijamin ketagihan menikmati rasa manis dan lembutnya yang  meledak dimulut. Didaerah asalnya yaitu Barabai, kue ini  dijual berkisar antara 90-110 ribuan per loyangnya. Kue ini ada dua jenis ada kue lam basah juga kering. Bagi anda yang penasaran bagaimana lezatnya kuliner khas satu ini, silakan berkunjung ke Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah Propinsi Kalimantan Selatan.
Sasirangan, Kerajinan Khas Kalimantan Selatan

Sasirangan, fashion khas dari Kalimantan Selatan ini memang sudah tidak terdengar asing lagi bagi orang Indonesia. Awalnya, sasirangan ini digunakan sebagai ikat kepala (laung dalam bahasa banjar), juga sebagai sabuk yang dipakai para lelaki serta selendang, kerudung, atau kemben (udat dalam bahasa banjar) oleh kaum wanita.

Kain yang sudah ada sejak lama ini juga dipakai sebagai pakaian adat pada upacara-upacara adat, bahkan digunakan pada pengobatan orang yang sedang sakit. Namun, saat ini sasirangan ini tidak lagi digunakan untuk acara-acara spiritual semacam itu. Sekarang kain sasirangan ini digunakan sebagai pakaian sehari-hari masyarakat di Kalsel bahkan para pejabat sekalipun. Bahkan, setiap sekolahan menetapkan peraturan untuk murid didiknya untuk mengenakan baju sasirangan ini setiap hari jum'at untuk melestarikan kebudayaan banjar.

Kata Sasirangan sendiri berasal dari kata sirang yang berarti diikat atau dijahit dengan tangan dan ditarik benangnya atau dalam istilah bahasa jahit menjahit disebut dismoke/dijelujur.

Kain sasirangan itupun dibuat dengan memakai bahan kain santung, katun, sutera, yuyur, ataupun satin yang dijahit dengan cara tertentu. Kemudian disapu dengan bermacam-macam warna yang diinginkan, sehingga menghasilkan suatu busana yang bercorak aneka warna dengan motif yang menawan.
Copyright © 2012 Info Terhanyar.